Perempuan


Meminjam perkataan alizetia dalam laman tumblrnya, aku suka pada pemikirannya terhadap perempuan.

Pernah dengar kalimat, "perempuan tuh harusnya bisa masak bla bla bla?"

hmm..

Bukan memasak dan berdandan yang mesti dipelajari perempuan sedari dini sehingga membuatnya merasa jadi perempuan. Karena kalau mau, beberapa kali mantengin akun youtube masak atau beauty vlogger dandan, dijamin perempuan bisa cepet ngikutin tinggal dilatih rutin supaya mahir. udah naluri soalnya~

Yang dibutuhkan sedari dini untuk menjadikannya merasa jadi perempuan ialah menata pikirannya. Mengisinya dengan ilmu, memperindahnya dengan kebijaksanaan dan kesabaran, memperhalusnya dengan kemahirannya mengontrol emosi dan perasaan. Sehingga ketika perannya bertambah menjadi istri dan ibu, ia mampu melembut dan mendidik meski dalam amarah, ia mampu menyayangi meski kecewa, ia mampu bersabar di saat sempit, dan ia mampu menguatkan di saat khawatir. Ia mampu berpikir logis ketika diajak mencari jalan keluar dalam situasi yang sempit.

ohiya btw, ada pesan dari seseorang yang sejauh ini selalu saya highlight mengenai perempuan dalam menjaga perasaan:

“Kamu perlu membuat sebuah filter dalam hati agar setiap mereka yang datang ingin masuk ke dalam hatimu menjadi lebih terseleksi. Filter itu bernama malu, malu yang berdinding-dinding pada Rabb mu.”


#sekilasrandom

Azka Nada Fatharani

Hanya seorang makhluk mikroskopis yang sedang berkelana mencari makna, mengumpulkan bekal di bumi-Nya. Tulisan di sini adalah ruang katarsis media pengingat untuk penulis pribadi sebenarnya.

Related Posts:

No comments:

Post a Comment