Kepadamu, Ada yang Ingin Aku Sampaikan

4.59 am,
Kala langit masih gelap,
di rumahmu.

Pesan ini belum bisa aku sampaikan secara langsung karena kamu masih dalam kondisi sulit untuk percaya kepada (si)apapun.

Semoga segera, kapan pun itu, kamu membaik. Semoga dengan takdir Allah, kapanpun itu, kamu bisa membaca ini.

Kepadamu, ada yang ingin aku sampaikan...

Dear you.
Ujianmu berat, aku yakin itu ngga mudah. Aku sedih melihat matamu sembap; tubuhmu lesu; merasa ingin menyerah dan menyudahi segalanya; merasa salah dan menyalahkan. Aku sedih melihatmu tak baik-baik saja, tapi aku tahu kamu yang lebih sedih dan terluka karena kamu yang merasakan dan mengalaminya.

Aku tau itu sulit, tapi aku juga yakin bahwa kamu bisa ngelewatin ini semua karena Allah yang memilihmu. Allah memilihmu untuk mendapatkan ujian seperti ini dari milyaran manusia di muka bumi.

You are chosen. You are special. Allah loves you.

Allah yang Maha sempurna dengan 99 asma-Nya. Allah yang Maha Penyayang, yang paling paling paling sayang kepadamu bahkan melebihi rasa kasih sayangmu kepada dirimu sendiri. Walaupun saat ini kamu sulit untuk menyayangi dan menerima dirimu sendiri... tapi ada Allah, selalu ada Allah yang selalu sayang bagaimanapun kondisimu.

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha  Penyayang. Lebih penyayang dari siapapun yang kamu anggap dia paling menyayangi kamu. Jauh lebih pengasih dari siapapun yang kamu anggap sangat mengasihimu. Allah selalu ada, selalu sayang, selalu menerima dirimu, walaupun saat ini kamu ingin lepas dan pergi dari dirimu sendiri.

Pun karena Allah Maha Penyayang, pastilah ujian ini Allah berikan bukan karena Allah mau menghancurkanmu. Ada sesuatu yang ingin diperkokoh, dikuatkan, untuk menjadi lebih baik. 

Rumahmu saat ini sedang direnovasi. Kamu yang cerita kepadaku bahwa kamarmu yang dulu sudah dihancurkan agar diubah menjadi sebuah ruangan baru di lantai dasar. Sebagian besar ruangan dilantai dasarpun dindingnya sudah dihancurkan oleh tukang. Namun, apakah dinding dan ruang dihancurkan begitu saja oleh tukang? No. Ada maksud dibalik tukang untuk menghancurkan dinding dari ruangan rumahmu yang dulu. Dinding dan ruang dihancurkan agar ditata ulang. Karena ada sesuatu yang ingin diperbaiki karena mungkin yang lama sudah "usang". 

Bukan tanpa maksud, ujian itu datang kepadamu. Percayalah. Ingatkan, 4 prinsip yang kamu tulis dibuku catatanku pada masa saat kita masih sama-sama berjuang?

Kamu menulis pada buku catatanku yang kau inapkan dirumahmu beberapa hari. Kamu menulis:

"A ship in harbor is safe, but that is not what ships are built for. Remember this..
1. Whoever comes are the right people.
2. Whatever happens is the only thing that could have.
3. Whenever it starts is the right time.
4. When it's over, it's over."

Gak ada hal sekecil apapun di dunia ini, bahkan gugurnya sehelai rambut pun itu pasti melalui filter izinnya Allah.

Ujian yang datang saat ini padamu, walau bagaimana pun sakitnya, adalah kondisimu yang paling tepat yang sudah Allah izinkan memang seharusnya terjadi. Seperti pesan pada poin 2 dan 3 yang kamu sampaikan. "Whatever happens is the only thing that could have. Whenever it starts is the right time.

And please always remember that.. Allah Maha Penyayang, yang GAK mungkin mendzolimi hamba-Nya. Pasti ada masa dimana nanti kamu tersenyum karena dapet hikmah dan pelajaran superr besar dari setiap ujian yang terjadi dalam hidup kamu.

Dan siapapun yang membersamaimu saat ini maupun siapapun seseorang yang menyakitimu, adalah orang yang tepat. As u told me, "Whoever comes are the right people." 

Dan bila saatnya nanti telah tiba, "when it's over, it's over." .. please remember too, "what doesn't kill u make u stronger!"

Ujianmu berat, aku tau itu. Tapi aku tau bahwa semakin tinggi levelmu di mata Allah akan semakin sulit ujiannya. Allah menguji dengan sesuai batas kemampuan hambanya. 

Mungkin Allah memberikan ujian kepadaku untuk membersamaimu dalam masa ujianmu yang seperti ini. Kamu jangan sungkan dan merasa bersalah karena membuat orang lain ikut kerepotan karena permasalahanmu saat ini. Allah, dengan Maha Baiknya, mengizinkan aku dan juga satu sahabatmu untuk bisa membersamaimu, menjadi pundak, dan tempat keluh kesah. karena semata-mata itu izin Allah, Allah yang menggerakkan hati kami dan Allah yang menghendaki kami membantumu agar setidaknya sedikit teringankan beratnya dalam tahap ujian kenaikan levelmu saat ini. Allah yang menggerakan hati-hati kami agar kami senantiasa membersamaimu.

Jangan lagi marah dan menjatuhkan dirimu sendiri dengan merasa tidak berguna. Bukan begitu konsepnya. Allah yang telah memilihku dari milyaran dimuka bumi untuk tau permasalahanmu. Allah juga yang telah memilihku untuk bisa membersamaimu saat ini dengan segala keterbatasan yang aku miliki. Biarlah Allah meridhoi aku dan satu sahabatmu lagi itu untuk menjadi perantara kasih sayang-Nya kepadamu, untuk yang hadir terlihat nampak dengan inderamu. Yakinlah, bahwa Allah selalu bersamamu.

Semoga Allah meridhoi aku, kamu, dan satu lagi sahabatmu itu. Dan semoga kita bertahan. Hingga Allah meridhoi kita untuk kembali bersama bukan hanya di dunia, tapi juga di surga.

Azka Nada Fatharani

Hanya seorang makhluk mikroskopis yang sedang berkelana mencari makna, mengumpulkan bekal di bumi-Nya. Tulisan di sini adalah ruang katarsis media pengingat untuk penulis pribadi sebenarnya.

Related Posts:

No comments:

Post a Comment