"Hanya ada satu hal di muka bumi ini yang kalo kamu ingat ini, kamu gak perlu khawatir melupakan yang lain. Tapi kalo kamu mengingat banyak hal dan melupakan yang satu ini, sama saja kamu tidak melakukan apapun."
"Ibarat ada seorang raja yang memberimu perbekalan penuh dan menyuruhmu untuk pergi ke suatu negeri dengan membawa sebuah tugas. Lalu, kamu berangkat ke negeri tersebut dan melakukan 100 pekerjaan lain namun melupakan satu tugas yang diberikan oleh raja tersebut."
"Ketika kamu dipanggil kembali menemui raja, semua yang kamu lakukan tertolak dan kamu tetap dimurkai."
“Loh, tapi bukankah kamu sudah melakukan banyak hal?”
"Tentu saja yang kamu kerjakan sia-sia karena tidak melakukan misi utama darinya. Apa yang kamu kerjakan menjadi sia-sia dan tidak bernilai di matanya."
"Perbekalan yang dibekali tuan raja padamu terlalu besar jika hanya digunakan untuk tugas sederhana. Itu sama saja seperti priok emas hanya untuk menggali lobang; belati indah hanya untuk engkau tancap di dinding untuk menggantung panci. Kamu bisa saja menggali lobang dengan priok ala kadarnya; menggantung panci hanya dengan paku biasa."
.....
Apa maksudnya?
..وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةً
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi...". (Qs Al-Baqarah 30)
Semua yang Allah berikan pada kita adalah karunia yang luar biasa. Karunia dan perbekalan untuk kita mengemban tugas khalifah di muka bumi, untuk menebar banyak manfaat, keberkahan, dan kebaikan. Bukan hanya untuk menghidupi kehidupan alakadarnya seperti hewan pun mereka juga bisa. Manusia dibekali aqal, hati, dan penginderaan yang sempurna--yang bahkan jin dan malaikat pun tidak memilikinya.
Jangan kita gunakan karunia yang Allah berikan hanya untuk alasan standar bahkan sebuah kesia-siaan. Jangan sampai segala karunia yang Allah berikan malah kita gunakan untuk melupakan misi utama kita.
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku..”
(QS Az-zariyat 56)
Ibadah, menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, adalah segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang tersembunyi (batin) maupun yang nampak (lahir). Maka sudah sepatutnya setiap waktu yang menguap dalam hidup kita adalah dengan nafas beribadah kepada-Nya.
Bekerja untuk ibadah..
Maka tidak mungkin kita menerima pekerjaan yang bisa mendatangkan murka-Nya. Tidak mungkin ketika kita bekerja justru membuat kita meninggalkan perintah dari-Nya. Kita akan menolak untuk berbuat keji, curang, atau mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak kita. Kita akan bekerja secara paripurna bukan untuk hanya sekadar alasan dunia, namun juga karena sadar betul bahwa Allah Maha Melihat dan menilai semuanya.
Makan untuk ibadah..
Maka kita akan mencari makanan yang halal lagi thayyib seperti dalam surat Al-Baqarah yang Allah perintahkan pada kita. Kita akan mengikuti adab dan sunnah Nabi ketika menyantap hidangan yang ada di depan mata. Kita akan meniatkan betul-betul bahwa makan bukan hanya untuk penghilang lapar saja, namun juga agar kita bisa memiliki energi untuk melakukan ibadah yang lainnya.
Dan lain sebagainya.. Semua untuk ibadah. Cari keridhoan-Nya dalam setiap nafas yang kita hembuskan. Cari keridhoan-Nya dalam setiap usaha yang kita lakukan. Pastikan yang kita lakukan bernilai ibadah, dengan niat yang ikhlas dan dengan cara yang baik lagi dibenarkan oleh-Nya. Efek dominonya, maka selama kita masih bernafas dan berpijak di muka bumi, jika ada suatu hal yang tidak bisa diselaraskan dengan niat ibadah, maka kita akan berpikir ribuan kali untuk melakukan kesia-siaan atau sesuatu yang mendatangkan murka-Nya.
Sehingga ketika kita telah dipanggil untuk kembali menghadap-Nya, kita telah menyelesaikan misi yang Ia berikan pada kita..
mission accomplished.
Kita hadir bukan karena kebetulan, Allah memuliakan kita dengan sebuah tugas yang Ia berikan.
Bersiaplah dengan sebaik-baik persiapan untuk sebuah pertemuan ketika Ia meminta kita untuk kembali,
"misi utama dari Mu telah tunai ku tuntaskan"
"Hanya ada satu hal di muka bumi ini yang kalo kamu ingat ini, kamu gak perlu khawatir melupakan yang lain. Tapi kalo kamu mengingat banyak hal dan melupakan yang satu ini, sama saja kamu tidak melakukan apapun:
'Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku..'”
(QS Az-zariyat 56)
No comments:
Post a Comment